Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan AI for Education, Perkuat Numerasi Guru dan Siswa

0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

DENPASARTelkomsel dan Pemprov Bali memperkuat numerasi berbasis AI melalui kolaborasi pendidikan digital yang ditujukan bagi guru dan siswa. Program ini menghadirkan ekosistem AI for Education untuk membuat pembelajaran matematika lebih interaktif, bertahap, dan mudah dipahami.

Kolaborasi tersebut turut menggandeng Gasing Academy, Kuncie, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Bali. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Sacred Octagon, platform pembelajaran berbasis permainan yang didukung kecerdasan buatan.

Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung. Numerasi dipandang sebagai fondasi untuk membantu siswa bernalar, memahami informasi, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode GASING Perkuat Kemampuan Guru

Pengembangan ekosistem AI for Education di Bali dimulai dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui Gasing Academy.

Guru diperkenalkan dengan metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan, pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya.

Setelah kompetensi pendidik diperkuat, siswa menggunakan Sacred Octagon untuk berlatih matematika melalui pembelajaran berbasis permainan. Teknologi AI membantu mendukung proses latihan secara interaktif dan bertahap.

Selain itu, SkulPintar disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran dan asesmen. Hasil pelaksanaan program nantinya dapat dipantau menggunakan data sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan.

AI Bukan Pengganti Guru

Salah satu hal penting dalam program ini adalah posisi guru tetap dipertahankan sebagai pusat proses pembelajaran.

Dalam konsep AI for Education, kecerdasan buatan digunakan sebagai alat bantu pendidikan, bukan sebagai teknologi untuk menggantikan peran guru. Pendekatan tersebut memungkinkan pendidik memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa.

Peran guru dalam memberikan tuntunan, empati, serta memahami kondisi setiap anak tetap dianggap penting.

Dengan demikian, teknologi dan tenaga pendidik diharapkan dapat saling melengkapi untuk menghasilkan proses belajar yang lebih efektif.

Wayan Koster Dukung Penguatan Numerasi

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan numerasi sejalan dengan komitmen Pemprov Bali untuk membangun sumber daya manusia Bali yang unggul.

Kemampuan numerasi dinilai dapat membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berdasarkan data, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pemprov Bali juga membuka peluang agar kolaborasi tersebut diperluas sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan masyarakat di berbagai wilayah Bali.

Siswa dan Guru Mulai Jajal Sacred Octagon

Dalam pelaksanaan awal program, guru dan siswa berkesempatan melihat sekaligus mencoba pembelajaran menggunakan Sacred Octagon dan pendekatan GASING.

Tahap awal tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan nyata di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap. Evaluasi diperlukan agar penerapan teknologi tetap relevan bagi siswa, guru, sekolah, hingga keluarga.

Sebelumnya, Telkomsel bersama INA AI juga telah menyediakan paket bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses keluarga terhadap pembelajaran numerasi digital.

Melalui kolaborasi bersama Pemprov Bali, implementasinya kini diperkuat dengan peningkatan kompetensi guru, pembelajaran siswa, keterlibatan pemerintah daerah, serta evaluasi program.

Dorong Generasi Bali Melek Teknologi

Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali dalam penguatan numerasi berbasis AI menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang memadukan teknologi dengan metode pembelajaran.

Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita keempat pemerintah yang antara lain menekankan penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

Pemanfaatan AI diharapkan membuat siswa tidak sekadar lebih mahir melakukan perhitungan matematika. Kemampuan berpikir logis, memahami data, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan juga menjadi sasaran yang ingin diperkuat.

Jika penerapan awal menunjukkan hasil positif, dukungan Pemprov Bali untuk memperluas kolaborasi dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak sekolah untuk memperoleh manfaat dari ekosistem pembelajaran digital tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %