Taiwan – Kerinduan selama hampir satu dekade akhirnya terbayar. BRI pertemukan PMI di Taiwan bernama Yuni Lestari dengan sang ibu, Suyati, yang datang langsung dari Pati, Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian Festival Budaya di New Taipei City pada Minggu (23/8/2026). Direktur Utama BRI Hery Gunardi memberikan kejutan kepada Yuni dengan menghadirkan sang ibu di lokasi acara.
Momen tersebut menjadi sangat berarti bagi Yuni. Sebab, perempuan berusia 34 tahun itu belum pernah kembali ke Indonesia sejak mulai bekerja di Taiwan sekitar 10 tahun lalu.
BRI Pertemukan PMI di Taiwan dengan Sang Ibu
Pertemuan Yuni dan Suyati merupakan bagian dari program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”.
Melalui program tersebut, BRI membawa Suyati dari Pati menuju Taiwan. Kedatangannya dirahasiakan agar menjadi kejutan bagi Yuni.
Awalnya, Yuni tidak mengetahui bahwa ibunya berada di Taiwan. Ia bahkan sempat menyaksikan video tentang keluarganya di Pati.
Namun, kejutan datang ketika Suyati muncul di lokasi acara. Yuni akhirnya dapat bertemu dan memeluk sang ibu setelah bertahun-tahun terpisah jarak.
Yuni Hampir 10 Tahun Tak Pulang
Yuni bekerja sebagai caregiver selama berada di Taiwan. Keputusannya menjadi pekerja migran berawal dari perubahan kondisi ekonomi keluarga.
Saat itu, ayah Yuni mengalami kecelakaan. Kondisi tersebut kemudian mendorong Yuni bekerja di luar negeri untuk membantu kebutuhan keluarganya.
Sebagian besar penghasilannya digunakan untuk keluarga di Indonesia. Sementara itu, perjalanan sebagai PMI juga tidak selalu mudah.
Yuni mengaku pernah menghadapi beban kerja yang cukup berat. Meski demikian, ia terus bertahan dan bekerja jauh dari keluarga.
Pertemuan dengan Ibu Jadi Kejutan Besar
Yuni mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan ibunya. Apalagi, keduanya telah terpisah hampir satu dekade.
Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada BRI dan Hery Gunardi atas kejutan tersebut.
Suyati juga mengungkapkan rasa syukur. Ia tidak menyangka mendapat kesempatan datang ke Taiwan untuk menemui putrinya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi gambaran perjuangan keluarga PMI. Jarak ribuan kilometer membuat banyak pekerja migran harus menjalani kehidupan jauh dari orang-orang terdekat.
BRI Berikan Tiket Pulang ke Indonesia
Kejutan untuk Yuni ternyata tidak berhenti pada pertemuan dengan sang ibu.
BRI juga memfasilitasi tiket perjalanan Taiwan–Indonesia. Fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada Yuni untuk kembali ke Tanah Air setelah hampir satu dekade bekerja di Taiwan.
Kesempatan pulang memiliki arti besar bagi Yuni. Sebab, keluarga menjadi salah satu alasan utama dirinya bertahan bekerja selama bertahun-tahun di luar negeri.
Dengan demikian, perjalanan pulang tersebut bukan hanya sekadar penerbangan menuju Indonesia. Yuni akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarganya.
BRI Dorong PMI Persiapkan Masa Depan
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kedekatan dengan komunitas PMI.
Menurutnya, pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap keluarga di Indonesia. Oleh karena itu, dukungan kepada PMI tidak hanya berkaitan dengan layanan finansial.
BRI juga mendorong pekerja migran mengelola penghasilan secara produktif. Dengan begitu, mereka diharapkan memiliki bekal finansial saat kembali ke Indonesia.
Selain itu, keterampilan dan persiapan usaha dapat membantu PMI membangun sumber penghasilan berkelanjutan setelah selesai bekerja di luar negeri.
Kisah BRI pertemukan PMI di Taiwan ini akhirnya menjadi momen penuh haru. Setelah hampir 10 tahun menahan rindu, Yuni dapat kembali memeluk ibunya sekaligus memperoleh kesempatan untuk pulang dan bertemu keluarga di Indonesia.