Polda Sumsel Latih 150 Personel AI untuk Perkuat Pencegahan Kejahatan Digital di Era Teknologi

0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

Polda Sumsel Perkuat Literasi AI untuk Mencegah Kejahatan Digital

Polda Sumatera Selatan membekali 150 personel melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Program Paham AI sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan kejahatan digital. Program ini bertujuan mencetak personel yang mampu menjadi edukator mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Selain itu, pelatihan ini merupakan bagian dari Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri Tahun Anggaran 2026. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat menyampaikan edukasi AI kepada pelajar dan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

AI Membawa Manfaat Sekaligus Tantangan Baru

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menjelaskan bahwa perkembangan AI memberikan banyak manfaat, terutama dalam bidang pendidikan, produktivitas, dan inovasi digital. Namun demikian, teknologi tersebut juga menghadirkan berbagai risiko apabila disalahgunakan.

Sementara itu, ancaman seperti deepfake, voice cloning, penyebaran hoaks, penipuan digital, judi daring, hingga perundungan siber menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, peningkatan literasi AI dinilai sangat penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

150 Personel Disiapkan Menjadi Edukator Digital

Di sisi lain, sebanyak 150 personel Polda Sumsel mengikuti pelatihan yang mencakup berbagai materi mengenai AI. Peserta mempelajari dasar-dasar kecerdasan buatan, teknik penggunaan AI secara bertanggung jawab, etika digital, pencegahan hoaks, serta pengenalan berbagai bentuk kejahatan siber.

Selain menerima teori, peserta juga mengikuti praktik penggunaan platform AI, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Dengan demikian, setiap peserta diharapkan mampu menyampaikan materi secara sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Kolaborasi Menjadi Kunci Pencegahan Kejahatan Siber

Namun demikian, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kepolisian. Polda Sumsel juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dinas Pendidikan, sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selanjutnya, fungsi Reserse Kriminal, Binmas, Humas, serta Lalu Lintas akan berkolaborasi memberikan edukasi mengenai hukum siber, etika digital, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan sekolah.

Generasi Muda Didorong Bijak Menggunakan AI

Bahkan, Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan bahwa peserta pelatihan tidak hanya dituntut memahami teknologi AI. Mereka juga harus mampu mengajarkan cara menjaga data pribadi, mengenali modus penipuan digital, serta memahami konsekuensi hukum dalam setiap aktivitas di ruang siber.

Oleh sebab itu, edukasi AI dipandang sebagai langkah preventif yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kejahatan terjadi. Pemahaman sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko masyarakat menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital.

Komitmen Membangun Ekosistem Digital yang Aman

Pada akhirnya, pelatihan AI bagi 150 personel Polda Sumsel menunjukkan komitmen kepolisian dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi personel, tetapi juga memperkuat literasi AI di kalangan pelajar dan masyarakat.

Dengan demikian, pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ekosistem digital yang aman, produktif, dan bertanggung jawab.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %