Pesawat Listrik Terbesar Cetak Sejarah, Terbang 27 Menit dengan Listrik Hanya Sekitar Rp80 Ribu

0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

NEW YORK — Dunia penerbangan mencatat perkembangan baru setelah pesawat listrik Heart Aerospace X1 berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya. Demonstrator bertenaga baterai itu terbang selama 27 menit dengan biaya listrik yang diklaim hanya sekitar US$5 atau sekitar Rp80 ribuan.

Penerbangan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Plattsburgh International Airport, New York, Amerika Serikat. Menurut Heart Aerospace, X1 menjadi pesawat bertenaga baterai terbesar yang pernah diterbangkan hingga saat ini.

Namun, angka Rp80 ribuan tersebut hanya menggambarkan nilai listrik yang digunakan dalam uji terbang. Angka itu bukan keseluruhan biaya penerbangan.

Heart Aerospace X1 Terbang Selama 27 Menit

Dalam penerbangan perdana, X1 menjalani beberapa tahap pengujian. Pesawat melakukan taxi, lepas landas, menanjak, bermanuver, lalu kembali mendarat.

Selain itu, pesawat mencapai ketinggian sekitar 1.100 kaki di atas permukaan darat. Sistem propulsi listriknya juga mampu menghasilkan daya lebih dari satu megawatt.

Sementara itu, penerbangan dilakukan menggunakan izin khusus dari Federal Aviation Administration atau FAA. X1 masih berstatus pesawat eksperimental.

Karena itu, penerbangan tersebut belum menggambarkan operasi penerbangan komersial reguler.

Berat Pesawat Tembus 11 Ton

Ukuran X1 menjadi bagian penting dari pencapaian ini.

Bobotnya saat lepas landas dilaporkan lebih dari 25.000 pon atau sekitar 11.340 kilogram. Dengan ukuran tersebut, X1 menunjukkan bahwa teknologi propulsi baterai dapat diuji pada skala pesawat yang jauh lebih besar.

Namun, X1 bukan pesawat penumpang komersial yang akan langsung masuk layanan.

Sebaliknya, pesawat tersebut merupakan demonstrator teknologi. Heart Aerospace menggunakannya untuk menguji teknologi yang berkaitan dengan pengembangan pesawat regional generasi berikutnya.

Biaya Listrik Diklaim Hanya US$5

Bagian yang paling menarik perhatian adalah konsumsi energinya.

Heart Aerospace menyebut pesawat listrik X1 memakai listrik senilai sekitar US$5 selama penerbangan perdana. Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berada di kisaran Rp80 ribuan, tergantung kurs.

Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca dengan tepat.

Biaya US$5 hanya merujuk pada nilai listrik yang dikonsumsi. Jadi, angka tersebut tidak mencakup biaya baterai, perawatan, kru, bandara, pengembangan pesawat, maupun biaya operasional lainnya.

Dengan demikian, belum tepat menyimpulkan bahwa penerbangan pesawat sebesar X1 secara keseluruhan hanya membutuhkan Rp80 ribu.

Jadi Langkah Menuju Pesawat Regional Elektrifikasi

X1 juga berkaitan dengan rencana Heart Aerospace mengembangkan ES-30, sebuah pesawat regional hybrid-electric.

Perusahaan menargetkan teknologi elektrifikasi untuk menekan biaya operasional penerbangan regional. Selain itu, penggunaan tenaga listrik berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar jet.

Namun, teknologi baterai masih menghadapi tantangan besar. Bobot baterai, kapasitas penyimpanan energi, jarak terbang, serta sertifikasi keselamatan menjadi faktor penting sebelum teknologi tersebut dapat digunakan secara luas.

Oleh karena itu, penerbangan 27 menit X1 lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi teknologi.

Era Baru Penerbangan Listrik Mulai Terlihat

Keberhasilan pesawat listrik Heart Aerospace X1 menunjukkan perkembangan penting dalam industri penerbangan.

Sebelumnya, pesawat listrik lebih banyak dikembangkan dalam ukuran kecil. Kini, Heart Aerospace mencoba membuktikan bahwa sistem serupa dapat diterapkan pada pesawat dengan skala yang lebih relevan bagi penerbangan regional.

Meski perjalanan menuju penerbangan komersial masih panjang, uji terbang X1 menjadi pencapaian penting. Selain membuktikan pesawat dapat terbang dengan tenaga baterai pada skala besar, pengujian ini membuka peluang pengembangan teknologi penerbangan yang lebih efisien.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %