TANAH BUMBU — Rekaman CCTV yang memperlihatkan perselisihan antara pengendara mobil dan pemotor di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjadi perhatian. Insiden yang bermula dari persoalan jalur tersebut berujung cekcok hingga seorang pengendara mobil terlihat membawa benda yang diduga senjata api.
Peristiwa terjadi di pertigaan Desa Bulurejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Senin, 18 Agustus 2025.
Dalam rekaman yang beredar, sebuah mobil merah terlihat melaju dari arah Bulurejo menuju Batulicin. Pada waktu bersamaan, sepeda motor yang membawa satu keluarga datang dari arah Batulicin dan hendak berbelok menuju Dukuhrejo Blok C2.
Situasi kemudian berubah menjadi perselisihan di jalan.
Cekcok Bermula dari Persoalan Jalur
Berdasarkan pemberitaan yang memuat rekaman CCTV kejadian, mobil tersebut disebut tidak memutari tugu yang berada di persimpangan. Kendaraan itu justru langsung memotong jalur.
Kondisi tersebut kemudian memicu perselisihan dengan pengendara sepeda motor.
Perdebatan tidak berhenti pada adu mulut. Pengendara mobil berbaju putih terlihat turun dari kendaraannya dan kemudian terjadi tindakan pemukulan terhadap helm pengendara motor.
Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan karena pemotor saat itu tidak berkendara seorang diri.
Seorang perempuan dan dua anak kecil dilaporkan berada di sepeda motor tersebut ketika keributan berlangsung.
Benda Diduga Senjata Api Jadi Sorotan
Bagian lain dari rekaman kemudian menarik perhatian masyarakat.
Setelah gambar diperbesar, pria berbaju putih tersebut terlihat membawa sebuah benda yang bentuknya diduga menyerupai senjata api.
Namun, penting dicatat bahwa belum ada konfirmasi kepolisian dalam pemberitaan tersebut yang memastikan benda itu benar-benar senjata api.
Karena itu, penyebutan “senjata api” belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terverifikasi.
Status kepemilikan maupun legalitas benda tersebut juga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Identitas Pengendara Belum Diketahui
Identitas pengendara mobil yang terlibat perselisihan juga belum diketahui dalam pemberitaan awal.
Demikian pula mengenai dugaan kepemilikan senjata api. Saat berita mengenai insiden tersebut diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi kepolisian yang memastikan jenis benda yang terlihat dalam rekaman.
Oleh sebab itu, informasi yang beredar di media sosial perlu dibedakan antara apa yang terlihat dalam rekaman dan apa yang telah dikonfirmasi aparat.
Rekaman menunjukkan adanya perselisihan antara pengendara. Sementara itu, status benda yang dibawa salah satu pihak masih memerlukan verifikasi.
Persimpangan Disebut Minim Marka dan Rambu
Insiden tersebut juga membuka persoalan lain mengenai kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.
Warga menyebut keributan di kawasan persimpangan Bulurejo bukan hanya berkaitan dengan perilaku pengendara.
Minimnya marka dan rambu lalu lintas disebut dapat membuat pengendara kebingungan ketika melintasi persimpangan. Sebagian pengendara akhirnya memilih mengambil jalur yang lebih pendek.
Kondisi seperti itu dapat meningkatkan risiko konflik maupun kecelakaan.
Meski demikian, persoalan fasilitas jalan tidak membenarkan tindakan kekerasan atau ancaman terhadap pengguna jalan lainnya.
Rekaman CCTV Jadi Bukti Penting
Keberadaan rekaman CCTV membuat kronologi kejadian dapat terlihat lebih jelas.
Video tersebut memperlihatkan pergerakan kendaraan sebelum perselisihan hingga situasi ketika kedua pihak terlibat cekcok.
Rekaman semacam ini dapat menjadi bahan penting apabila aparat melakukan penyelidikan.
Namun, masyarakat tetap perlu berhati-hati ketika menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video.
Terutama terkait dugaan senjata api, pemeriksaan langsung oleh aparat diperlukan untuk memastikan jenis benda, kepemilikan, dan legalitasnya.
Perselisihan di Jalan Sebaiknya Tidak Berujung Kekerasan
Peristiwa di Tanah Bumbu menjadi pengingat mengenai pentingnya mengendalikan emosi ketika terjadi persoalan lalu lintas.
Kesalahan mengambil jalur, bersenggolan, atau perbedaan pemahaman mengenai hak jalan dapat diselesaikan tanpa kekerasan.
Apabila terjadi ancaman atau tindakan membahayakan, pengguna jalan dapat mencari lokasi aman dan menghubungi aparat kepolisian.
Dokumentasi seperti rekaman kamera kendaraan, CCTV, foto, maupun keterangan saksi juga dapat membantu proses penanganan.
Dalam kasus ini, kepastian mengenai dugaan penggunaan senjata api tetap membutuhkan keterangan resmi aparat. Karena itu, informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak dikembangkan menjadi tuduhan terhadap individu tertentu.