Toyota Roomy dan Daihatsu Thor tetap menjadi pilihan menarik di segmen mobil kompak Jepang. Sementara itu, persaingan semakin ramai setelah BYD menghadirkan RACCO sebagai kendaraan listrik berukuran kei car.
Ketiga mobil tersebut memang tidak berada dalam klasifikasi yang sama. Namun, semuanya menawarkan konsep praktis untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Roomy dan Thor mengandalkan kabin lega serta pintu geser yang praktis. Di sisi lain, BYD RACCO membawa teknologi listrik dengan ukuran bodi yang mengikuti standar kei car Jepang.
Oleh karena itu, kehadiran RACCO memberikan warna baru dalam persaingan kendaraan kompak di Jepang.
Toyota Roomy Tawarkan Kabin Lega
Toyota Roomy menawarkan kombinasi bodi ringkas dengan ruang kabin yang lapang. Bahkan, Toyota mengembangkan mobil ini untuk memberikan kepraktisan bagi penggunaan sehari-hari.
Salah satu daya tarik Roomy terdapat pada penggunaan pintu geser. Selain itu, lantai yang relatif rendah membuat akses keluar dan masuk kendaraan menjadi lebih mudah.
Dimensi bodinya juga tetap kompak. Dengan demikian, pengemudi dapat menggunakan Roomy untuk perjalanan di kawasan perkotaan yang padat.
Pada saat yang sama, ruang interior tetap menjadi perhatian utama. Konsep tersebut membuat Roomy menarik bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan praktis tanpa harus menggunakan minivan berukuran besar.
Daihatsu Thor Membawa Konsep Compact Tall Wagon
Sementara itu, Daihatsu Thor membawa pendekatan yang hampir serupa dengan Roomy. Mobil ini memiliki panjang 3.700 mm, lebar 1.670 mm, dan tinggi 1.735 mm.
Wheelbase Thor mencapai 2.490 mm. Oleh karena itu, Daihatsu dapat memaksimalkan ruang kabin meskipun ukuran eksteriornya tetap ringkas.
Untuk sumber tenaga, Thor menggunakan mesin tiga silinder berkapasitas 996 cc. Varian tanpa turbo mampu menghasilkan tenaga maksimum sekitar 69 PS.
Selain versi tersebut, Daihatsu juga menyediakan pilihan mesin turbo. Dengan demikian, konsumen mempunyai alternatif ketika membutuhkan performa yang lebih tinggi.
Daihatsu menggunakan konsep “Little Giant” untuk menggambarkan Thor. Artinya, kendaraan ini menawarkan ruang yang praktis dalam ukuran yang masih sesuai untuk penggunaan perkotaan.
BYD RACCO Hadir dengan Tenaga Listrik
Berbeda dari Toyota Roomy dan Daihatsu Thor, BYD RACCO menggunakan tenaga listrik sepenuhnya. Selain itu, kendaraan tersebut dirancang mengikuti standar kei car yang berlaku di Jepang.
BYD menawarkan RACCO dengan dua pilihan baterai. Pertama, RACCO 200 menggunakan baterai berkapasitas 22,4 kWh dengan jarak tempuh sekitar 210 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Sementara itu, RACCO 300 mendapatkan baterai berkapasitas 35,8 kWh. Hasilnya, varian tersebut menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 320 kilometer berdasarkan standar yang sama.
Tidak hanya itu, RACCO menggunakan bentuk super-tall wagon dengan pintu geser. Konfigurasi tersebut membuatnya sesuai dengan karakter kendaraan kompak yang populer di Jepang.

Persaingan Mobil Kompak Semakin Menarik
Kehadiran RACCO menunjukkan perubahan dalam pasar kendaraan perkotaan Jepang. Sebelumnya, produsen lokal telah lama mengandalkan mobil bermesin bensin, hybrid, dan berbagai model kei car.
Namun, BYD sekarang menawarkan alternatif melalui kendaraan listrik. Selain teknologi EV, perusahaan tersebut tetap mengadopsi karakter kendaraan yang familier bagi konsumen Jepang.
Di sisi lain, Toyota Roomy dan Daihatsu Thor memiliki keunggulan pada ruang kabin yang lebih besar. Keduanya juga menawarkan mesin konvensional bagi konsumen yang belum ingin beralih ke kendaraan listrik.
Oleh karena itu, ketiga model tersebut menawarkan pendekatan yang berbeda. Konsumen dapat mempertimbangkan ukuran, teknologi, kebutuhan ruang, serta jenis sumber tenaga sebelum memilih kendaraan.
Toyota Roomy dan Daihatsu Thor Tetap Punya Daya Tarik
Persaingan kendaraan kompak kini semakin beragam. Meskipun demikian, Toyota Roomy dan Daihatsu Thor tetap menawarkan karakter yang kuat melalui desain tall wagon dan kabin yang praktis.
Sementara itu, RACCO membawa pilihan baru melalui teknologi listrik. Kehadirannya sekaligus memperluas pilihan konsumen di pasar kendaraan perkotaan Jepang.
Pada akhirnya, perkembangan tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan pasar. Selain mengejar ukuran yang ringkas, produsen kini juga menawarkan efisiensi ruang, teknologi, serta pilihan sumber tenaga yang semakin beragam.