Thailand Siapkan Aturan Baru untuk Data Center AI, Puluhan Proyek Diminta Mempertimbangkan Penundaan

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Thailand mulai memperketat pengawasan terhadap pembangunan data center seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk kecerdasan artifisial atau AI. Pemerintah meminta puluhan proyek mempertimbangkan penundaan pembangunan sambil menyiapkan aturan nasional yang mengatur penggunaan listrik, air, lokasi, keselamatan, dan dampak lingkungan.

Sebanyak 166 Proyek Masuk Evaluasi

Kebijakan tersebut mencakup 49 proyek data center yang sedang dalam tahap pembangunan. Pemerintah juga menghentikan sementara proses persetujuan terhadap 117 proyek lain yang masih menunggu izin dari berbagai lembaga.

Dengan demikian, terdapat 166 proyek yang terkena penundaan sementara. Pemerintah menegaskan langkah tersebut bukan untuk menghentikan investasi, melainkan untuk memastikan perkembangan industri berjalan sesuai kebutuhan nasional.

Aturan Baru Disiapkan dalam Satu Bulan

Pemerintah Thailand membentuk empat subkomite untuk menyusun kriteria baru. Keempat kelompok tersebut akan membahas manfaat ekonomi, kebutuhan infrastruktur, pemilihan lokasi, serta aspek lingkungan dan keselamatan.

Kriteria tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Setelah aturan lebih jelas, pemerintah akan memiliki dasar yang lebih seragam untuk mengevaluasi proyek data center di berbagai wilayah.

Konsumsi Listrik dan Air Jadi Perhatian

Lonjakan pembangunan data center membuat kebutuhan listrik dan air menjadi perhatian utama. Fasilitas berskala besar membutuhkan pasokan listrik yang stabil sekaligus sistem pendingin yang dapat menggunakan sumber daya air dalam jumlah besar.

Pemerintah juga ingin memastikan pembangunan tidak menekan kebutuhan masyarakat maupun infrastruktur lokal. Karena itu, ketersediaan sumber daya akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum proyek baru memperoleh persetujuan.

Thailand Ingin Investasi Memberi Manfaat

Thailand tetap melihat data center sebagai bagian penting dari perkembangan ekonomi digital. Pemerintah ingin investasi yang masuk tidak hanya menghasilkan fasilitas penyimpanan dan pemrosesan data, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga lokal, serta membawa manfaat teknologi.

Data pemerintah menunjukkan terdapat 35 data center yang sudah beroperasi. Namun, hanya 11 di antaranya yang memperoleh dukungan melalui proses promosi investasi Thailand Board of Investment atau BOI.

Bangkok Juga Perketat Pengawasan

Kebijakan nasional tersebut berjalan bersamaan dengan langkah pemerintah Bangkok. Tiga proyek data center mandiri di ibu kota sebelumnya dikembalikan untuk menjalani peninjauan ulang berdasarkan standar baru.

Pemerintah kota juga menyoroti penggunaan lahan, keselamatan, konsumsi listrik dan air, serta penyimpanan bahan bakar cadangan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan data center mulai dipandang sebagai persoalan infrastruktur yang membutuhkan pengawasan lintas sektor.

Pertumbuhan AI Tetap Jadi Pendorong

Permintaan terhadap layanan AI menjadi salah satu faktor yang mempercepat investasi data center di Thailand. Pemerintah ingin memanfaatkan peluang tersebut tanpa mengabaikan kapasitas listrik, ketersediaan air, dan dampak terhadap masyarakat.

Dengan aturan yang lebih terkoordinasi, Thailand berharap tetap menarik investasi teknologi sekaligus memastikan pertumbuhan data center berlangsung lebih berkelanjutan. Kebijakan baru tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah industri data center Thailand dalam beberapa tahun ke depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %