Gugatan Malpraktik Hukum Senilai US$1 Miliar Seret Dua Firma Besar, Perselisihan Bisnis Masuk Pengadilan

0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Perselisihan antara perusahaan investasi White Oak Global Advisors dan dua firma hukum besar memasuki babak baru di pengadilan New York. White Oak menuntut sedikitnya US$1 miliar dalam gugatan malpraktik hukum yang kini turut menyeret Herbert Smith Freehills Kramer dan King & Spalding.

Gugatan Diajukan White Oak

Gugatan tersebut berkaitan dengan perselisihan di White Oak Healthcare, perusahaan pembiayaan sektor kesehatan yang didukung White Oak. White Oak menuduh sejumlah pengacara justru membantu Isaac Soleimani, mantan CEO perusahaan tersebut, dalam upaya mengambil kendali atas bisnis yang didukung White Oak.

White Oak menilai tindakan itu bertentangan dengan kewajiban pengacara untuk menjaga kepentingan klien. Perusahaan kemudian meminta ganti rugi sedikitnya US$1 miliar, termasuk tuntutan ganti rugi tambahan yang bersifat punitif.

HSF Kramer Ikut Terseret

Herbert Smith Freehills Kramer masuk dalam perkara melalui perubahan gugatan yang diajukan pada 1 September 2026. Empat partner firma tersebut disebut dalam pengaduan, termasuk Robert Holtzman, Jonathan Wagner, Yasho Lahiri, dan Terry Novetsky.

Novetsky sebelumnya merupakan partner di King & Spalding. Ia kemudian bergabung dengan Kramer Levin pada akhir 2022. Kramer Levin selanjutnya menjadi bagian dari Herbert Smith Freehills Kramer setelah merger dengan firma asal Inggris tersebut.

White Oak Tuduh Ada Konflik Kepentingan

White Oak menuduh para pengacara membantu Soleimani ketika mereka seharusnya bertindak untuk kepentingan perusahaan investasi tersebut. Gugatan juga menyebut adanya komunikasi dan langkah yang diduga diarahkan untuk memperkuat posisi Soleimani dalam perselisihan internal.

Salah satu tuduhan berkaitan dengan upaya mendapatkan dukungan investor serta perselisihan kompensasi di perusahaan kesehatan tersebut. White Oak juga menuduh adanya manipulasi komunikasi dalam rangkaian konflik yang kemudian berkembang menjadi proses arbitrase.

Dua Firma Membantah Tuduhan

Herbert Smith Freehills Kramer membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada firma dan para pengacaranya. Firma tersebut menyatakan klaim White Oak tidak berdasar dan menegaskan bahwa pihaknya yakin akan memenangkan perkara.

King & Spalding juga telah memberikan tanggapan melalui dokumen pengadilan. Firma itu menyatakan sebagian besar tindakan yang dipersoalkan White Oak terjadi setelah hubungan mereka dengan perusahaan investasi tersebut berakhir.

Perkara Masih Berjalan

Nilai gugatan yang mencapai US$1 miliar membuat perkara ini menjadi salah satu sengketa hukum bernilai besar yang melibatkan firma hukum ternama. Namun, besarnya tuntutan tidak berarti seluruh tuduhan telah terbukti.

Pengadilan masih harus menilai bukti dan argumen dari kedua pihak. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah klaim White Oak dapat dibuktikan serta apakah kedua firma tersebut harus menanggung kerugian yang dituntut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %