Jelang Aksi di DPR, Polisi Amankan 65 Orang Diduga Terafiliasi Anarko, Sajam dan Ratusan Botol Molotov Disita

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

JAKARTA – Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta. Polisi menduga sebagian orang yang diamankan terafiliasi dengan kelompok anarko.

Dalam operasi tersebut, polisi juga menemukan sejumlah barang berbahaya. Barang itu antara lain puluhan senjata tajam, airsoft gun, jeriken berisi bensin, serta ratusan botol kaca yang dilengkapi sumbu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan 65 orang tersebut ditangani oleh dua direktorat.

Sebanyak 63 orang diamankan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sementara itu, dua orang lainnya ditangani Direktorat Siber Polda Metro Jaya.

Polisi Dalami Dugaan Keterkaitan Kelompok Anarko

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman.

Menurut polisi, kelompok tersebut diduga melakukan konsolidasi secara bertahap. Polisi juga menemukan penyebaran flyer yang dinilai provokatif melalui media sosial.

Selain itu, penyidik mendalami dugaan penggalangan dana dan mobilisasi massa menjelang aksi di kawasan DPR RI.

Dari 63 orang yang diperiksa Ditreskrimum, polisi membaginya dalam dua klaster. Sebanyak 10 orang masuk klaster pembiayaan, sedangkan 53 orang masuk klaster pelaksana.

Namun, penyidik masih menelusuri komunikasi, transaksi keuangan, serta barang bukti lainnya.

39 Senjata Tajam dan 201 Botol Kaca Diamankan

Polisi turut membeberkan barang yang ditemukan dalam operasi tersebut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas menyita 39 senjata tajam dan dua airsoft gun. Polisi juga mengamankan satu tabung gas airsoft gun dan sekitar 25 gram gotri.

Selain itu, petugas menemukan tiga stik golf dan tujuh jeriken berisi bensin.

Temuan paling banyak berupa 201 botol kaca berikut sumbu. Polisi menduga barang tersebut dipersiapkan untuk digunakan sebagai bom molotov.

Sebanyak 11 tas ransel juga diamankan. Menurut polisi, tas tersebut diduga akan digunakan untuk membawa botol molotov.

Petugas turut menyita empat banner, satu pengeras suara, satu pilok, serta beberapa strip obat.

Polisi Sebut Operasi sebagai Langkah Pencegahan

Polda Metro Jaya menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari langkah preventive strike.

Tujuannya adalah mencegah penggunaan barang berbahaya saat masyarakat menyampaikan aspirasi di muka umum.

Iman mengatakan polisi ingin memastikan barang yang berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan tidak sampai digunakan dalam aksi.

Sementara itu, Budi Hermanto mengatakan polisi tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Aparat juga berupaya menjaga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan aman.

Status dan Keterlibatan Masih Didalami

Meski 65 orang telah diamankan, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan keterlibatan masing-masing orang.

Kepolisian juga masih mendalami apakah seluruh orang yang diamankan merupakan bagian dari massa yang hendak menyampaikan aspirasi.

Karena proses tersebut belum selesai, penyebutan keterlibatan mereka dengan kelompok anarko masih berupa dugaan berdasarkan keterangan kepolisian.

Pendalaman juga dilakukan terhadap dugaan sumber pembiayaan. Polisi menelusuri aliran dana yang diduga digunakan untuk mobilisasi maupun penyediaan sejumlah barang.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas peran setiap orang yang diamankan serta asal barang bukti yang ditemukan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %