DeepBIM mahasiswa ITB menjadi inovasi berbasis AI dalam kompetisi WBBC 2026. Tim BIMaxxing meraih juara pertama lewat pengembangan teknologi BIM.
DeepBIM mahasiswa ITB menjadi salah satu inovasi yang mengantarkan tim BIMaxxing meraih juara pertama dalam Wiratman BIM Building Competition (WBBC) 2026. Tim mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung proses Building Information Modeling (BIM).
Tim BIMaxxing beranggotakan Ignacio Alberiann, Asybel Bintang, dan Hilmi Naufal Azizi. Mereka mendapat bimbingan dari Fauzan Alfi Agirachman. Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan rancangan hotel dan convention center yang merespons persoalan urban heat island di kawasan Summarecon Bandung.
DeepBIM Mahasiswa ITB Integrasikan AI dan BIM
Salah satu bagian penting dari proyek tersebut adalah pengembangan DeepBIM, sebuah plugin AI-native yang dibuat secara independen oleh tim.
DeepBIM dirancang untuk mengotomatisasi audit Level of Information (LOI). Selain itu, sistem tersebut dapat menyinkronkan data Quantity Take-Off (QTO) dengan Bill of Quantities (BoQ). Dalam proyek kompetisi, nilai akhir BoQ yang dikelola mencapai sekitar Rp94,94 miliar.
Menariknya, DeepBIM juga dikembangkan agar dapat menghubungkan Revit dengan model AI melalui bahasa natural dan Model Context Protocol (MCP). Implementasinya mencakup koneksi dengan model seperti DeepSeek, Claude, dan ChatGPT.
Dengan demikian, pengguna dapat memanfaatkan AI sebagai bagian dari alur kerja pemodelan bangunan.
BIM Digunakan untuk Berbagai Disiplin
Tim tidak hanya mengerjakan aspek arsitektur dan struktur. Mereka juga mengintegrasikan lanskap, mekanikal, elektrikal, serta plumbing ke dalam ekosistem BIM.
Selain itu, tim menjalankan proses clash detection. Sebanyak 7.335 konflik awal disaring menjadi 975 temuan yang perlu ditindaklanjuti. Selanjutnya, seluruh konflik kategori kritis dan mayor berhasil diselesaikan dalam proses koordinasi desain.
Proyek tersebut menggunakan sejumlah perangkat dalam ekosistem BIM, termasuk Autodesk Forma, Revit, dan Navisworks. Analisis mikroklimat juga diterapkan untuk mengoptimalkan pencahayaan serta pembayangan bangunan.
Teknologi AI Buka Peluang Baru untuk Arsitektur
Pengembangan DeepBIM mahasiswa ITB memperlihatkan peluang pemanfaatan AI dalam proses perancangan dan konstruksi.
AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan visual. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat membantu mengelola informasi bangunan, melakukan pemeriksaan data, serta mendukung proses perhitungan proyek.
Sementara itu, BIM memungkinkan berbagai disiplin bekerja menggunakan data bangunan yang saling terintegrasi. Kombinasi BIM dan AI kemudian dapat membantu membuat proses koordinasi lebih efisien.
Keberhasilan tim BIMaxxing meraih juara pertama WBBC 2026 sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi digital untuk sektor arsitektur, teknik, dan konstruksi. DeepBIM menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi mahasiswa dapat membawa kecerdasan buatan lebih dekat dengan kebutuhan nyata industri bangunan.